📖 Pendahuluan

Dikirim ke kaum Madyan yang curang timbang dan sukunya, merampok kafilah. Dihancurkan guncangan (rajfah) dan suara menggelegar (sayhah) bersamaan.

📜 Kisah Nabi Syu'aib AS - Keadilan Dagang

Bagian 1

Kaum Madyan (di utara Hijaz, dekat Syam) dikenal jujur dagang tapi sebenarnya curang: mengurangi timbangan dan sukunya, merampok kafilah, menyembah berhala (al-Aykah).

Bagian 2

Nabi Syu'aib AS (khathib al-anbiya / fasih bicara di antara nabi) menyeru: "Ya kaumku, sembahlah Allah... dan sempurnakan takaran dan timbangan dengan adil..." (QS. Hud: 84-85). Kaum menjawab: "Apakah salatmu yang menyuruh kami meninggalkan sembahan nenek moyang?"

Bagian 3

Syu'aib memperingatkan azab. Kaum durhaka: "Kami tidak paham banyak apa yang engkau katakan... Sekiranya bukan kaummu, pasti kami rajam kamu." Syu'aib: "Kaumku lebih kuat daripadaku?"

Bagian 4

Azab datang: guncangan bumi (rajfah) + suara menggelegar (sayhah) + awan panas (zullah) yang membakar mereka. Semua binasa di tempat duduk. Syu'aib dan orang beriman keluar selamat. Syu'aib: "Ya kaumku, sesungguhnya telah aku sampaikan risalah Tuhanku dan aku menasehati kalian. Maka bagaimana aku bersedih atas kaum kafir?"

💡 Pelajaran & Hikmah

Kecurangan ekonomi (timbang/suka) = azab kolektif. Dakwah dengan bukti logis (keadilan). Tidak bersedih atas orang yang menolak kebenaran setelah dibuktikan.