📖 Pendahuluan

Putra Ibrahim dari Hajar, dibiarkan di Mekah kering, air Zamzam memancar di bawah kaki, dibangun Ka'bah bersama ayahnya, leluhur Nabi Muhammad SAW.

📜 Kisah Nabi Ismail AS dan Air Zamzam

Bagian 1

Ibrahim diperintah Allah membawa Hajar dan Ismail (bayi) ke lembah Mekah yang kering, tidak tumbuh tumbuhan, tidak ada air. Ibrahim pergi meninggalkan mereka dengan bekal sedikit air dan kurma.

Bagian 2

Air habis. Hajar berlari-lari antara bukit Shafa dan Marwah 7 kali mencari air untuk Ismail. Di kali ke-7, di bawah kaki Ismail (atau di tempat Jibril meninjukan sayapnya), air memancar: air Zamzam. Hajar berkata: "Zam zam" (berhenti berhenti) agar air tidak meluap.

Bagian 3

Kabilah Jurhum datang dan minta izin tinggal di dekat air. Ismail besar, belajar bahasa Arab dari mereka, menikah. Ibrahim datang berkunjung, bersama-sama membangun Ka'bah. Ibrahim berdoa saat membangun: "Rabb kami, terimalah dari kami..."

Bagian 4

Ismail dijadikan nabi, bersabar, menepati janji (shadiq al-wa'd). Beliau wafat berusia 137 tahun dan dimakamkan di Hijr (dekat Ka'bah). Keturunannya menjadi orang Arab, dan darinya lahir Nabi Muhammad SAW.

💡 Pelajaran & Hikmah

Kesabaran ibu (Hajar) & putra (Ismail) = air Zamzam abadi. Menepati janji (shadiq al-wa'd) ciri nabi. Mekah yang kering jadi pusat ibadah dunia.